Postingan

Api Seniang Teknik Menghancurkan Benteng Musuh

Gambar
Ilustrasi api Mendengar perang tanding yang terjadi adalah perasaan takut. Yang dicemaskan adalah ilmu tingkat tinggi yang ditunjukkan musuh-musuh.  Ada banyak ilmu tingkat tinggi yang kerap terdengar, seperti: kebal, pegagar, perangé, pépot, pedengeng, krénda, sungké dan masih banyak ilmu tinggi lainnya seperti membelah tanah termasuk ilusi dan halimun petak. Api Seniang. Zaman lampau, perang tanding berarti tunjuk ilmu. Siapa yang kuat secara ilmu, tentu itu yang menang. Zaman milenial, perang sudah masuk pada level nuklir. Misalnya, perang Ukraina dan Rusia, rudal balistik, senjata sinar laser, drone tanpa awak dipakai oleh angkatan perang.  Uniknya, masa silam perang tanding menggunakan seluruh kekuatan gaib, ilmu supranatural. Salah satunya adalah api kiriman.  Api kiriman melalui burung cemberuang  dipakai sebagai sarana pembawa api untuk membakar sebuah kampung.  Menurut beberapa sumber, salah satu kampung yang pernah dibakar oleh api seniang pada saat p...

Ilmu "Toka" Teknik Menghempas Awan

Gambar
  Melky Pantur   Setiap orang pasti ingin menjadi sakti mandraguna tanpa-tanpa aji-aji. Sakti mandraguna tentu bertujuan untuk membawa kebaikan bukan keburukan bagi dunia. Dalam ilmu " toka " terkadang mantra adalah medium pamungkas bahkan ada beberapa materi yang digunakan. Materi tersebut berupa watu dali atau batu asah (direndam ke dalam air), asap rokok, halia ( lia ).  Ilmu " toka " untuk mendatangkan hujan atau agar hujan tidak turun menggunakan teknik tertentu. Lazimnya berupa guru dan sungké . Kepala Desa Meler, Siprianus Gaut  rela menyerahkan lahannya untuk pembangunan Gua Maria. Toka  sebenarnya ajian untuk memindahkan awan di langit menggunakan tenaga bayu (angin). Dalam Hinduisme, Indra adalah Dewa Cuaca dan Bayu adalah Dewa angin.  Baca juga:   Frasa Simbolik Persatuan Orang Manggarai   Tentu bayu adalah unsur penting untuk mengatur hujan atau kemarau (kering). Awan sebenarnya bergerak karena hempasan angin. Tanpa bayu, awan diam d...

Waé Lowang Waterfall in Coal

Gambar
Waé Lowang Cave is a Cracked Stone   Liang in local language same with cave. This is a place when we want went to garden and paddy rice field some times ago especially when we were still studied as a Primary School student in Coal. Here, we were often boiled: lobster, crab, fish, frog, mouse and rats. We were gotten those meats from Wae Lowang, Wae Lete and Wae Tamong rivers. As we know according to this picture now, this cave had been being used by people around there. The beauty of Waé Lowang   Watch the video above! Waé Lowang waterfall is located in Coal Rural, Kuwus Subdistrict, West Manggarai Regency, Flores Island, East Nusa Tenggara Province, Indonesia.  This place is not far from road, about 300 meters from a road. You will onfoot if want to get that interesting place just need five minutes and plain.   You can take a lane from Catholic Primary School of Coal or take a way with a paddy rice field before you will until to that school.  You can take a rig...

Waé Lowang Cave is a Cracked Stone

Gambar
Waé Lowang cave Maybe you want to ask about this cave. Before this cave formed, this was a circle stone. Not be known, of course, when this stone was cracked.  [ Mungkin Anda ingin bertanya tentang gua ini. Sebelum terbentuk, gua ini awalnya batu bulat dan utuh. Tentu saja, tidak diketahui, kapan batu ini terbelah ]. Writer had not been gotten detail information about this stone. When I was child (Writer) and until now, we often to use this cave as an umbrella or cottage when the rain down.  [ Penulis tidak mengetahui secara detail informasi tentang gua batu ini. Ketika Penulis masih kecil dan bahkan hingga sekarang gua ini kerap digunakan sebagai gubuk untuk berteduh di saat hujan turun ]. Under of this cave has a small river. That river flows from Tamong. There are two small rivers which flow the water to that river. Tamong is one of lingko (garden) which has had by the Coal people.  [ Di s ebelah bawah gua ini terdapat kali kecil. Kali itu mengalir dari Tamong. Ada du...

Cunca Durang Waterfall in Golowelu

Gambar
Facebook picture: Etty Mbembok Golowelu is a territory in Nantal Village Chief, Kuwus Subdistrict, Manggarai Barat, Flores Island, Nusa Tenggara Timur Province, Indonesia, Asia.  There are several village here, among other things: Ntalung Pada, Wejang Buang, Wéla, Satarara, Porong Tédéng, Ntalung, and Coal. There are two secondary school here, i.e: SDI Golowelu I, SDI Golowelu II included SMKN Kuwus, SLTPN 1 Kuwus.  Golowelu is an economic centrum and an economic traffict lane area in Kuwus. Many peoples who sale theirs commodities from some of villages here.  Waé Lowang cafe (natural cafe) One of the interesting tourism object in Golowelu is Cunca Durang waterfall included Bukit Cinta and Porong Tédéng.  If you want to enjoy the panorama, you can going up to Wejang Buang and Golowelu Church.  Near Golowelu there is a cafe. Its name is Markedila cafe. This cafe is located in Wéla, Ruteng Subdistrictrict. Not far from Golowelu.  Not only Golowelu, Ntalung an...

Air Terjun Cunca Durang di Golowelu

Gambar
  Begitu indah tempat ini sebagai lokasi pemandian yang sejuk di pusat Ibu Kota Kecamatan Kuwus, Golowelu. Lihat: Waé Cewé Waé Lowang Cafe is a Cracked Stone Nikmati pula ini: The beauty of Waé Lowang Waterfall in Coal, Flores Look this: The beauty of Waé Lowang waterfall in Coal,  Manggarai Barat, Flores island Foto diambil dari Facebook:  Ibu Etty Mbembok.  Golowelu, 11 Juni 2020. Cunca Durang adalah salah satu air terjun di Kelurahan Nantal, Kecamatan Kuwus, Kabupaten Manggarai Barat, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).  Air terjun ini mengalir dari arah timur pengunungan Poco Kuwus yang kemudian mengalir di kali  Waé Cewé.   Waé Cewé terletak di sebelah barat Ibu Kota Kecamatan Kuwus. Dari arah Waé Cewé inilah air di Cunca Durang ini mengalir. Waé Cewé kemudian mengalir menuju Lembor dan kemudian sampai di laut pantai selatan.  Letaknya hanya beberapa ratus meter dari SMK Golowelu atau dekat Puskesmas Golowelu.